Safin mulai sekolah tanggal 16 Juli 2012, yupp..!.. tahun ajaran baru untuk jakarta dan sekitarnya. FYI, tgl 16 Juli di Jatim malah sekolah lagi libur awal puasa.
Oke..back to Safin.. Bulan Juli 2012 ini Safin berusia 2 tahun 9 bulan, udah gedhe..unyu..pas lah untuk masuk playgroup Az-Zahra. Playgroup Islami yang berlokasi deket rumah, tepatnya di perumahan Jatiwarna Village. Bangunan sekolah sih tidak begitu besar, kayak rumah biasa gt.Tapi cukup cozy untuk anak2. Selain itu guru2nya sabar, ramah, dan telaten. Yakk..! itu yang paling utama untuk menghadapi Safin. Safin masuk sekolah seminggu 3x pukul 07.30 s.d. 10.00, seharusnya jadwalnya Rabu, Kamis, Jumat. Tapi, saat awal2 masuk sekolah jadwalnya Senin, Selasa, Rabu. Sementara, bergabung dulu dengan kakak-kakak TK.
Ini safin sama bunda mejeng dulu sebelum berangkat sekolah
Begitu sampai di sekolah, Safin salim satu2 dengan para guru terus langsung main di perosotan, ayunan, dll.
Bunda bersyukur banget, Safin ga memisahkan diri dari temen2nya, mau main bareng, bahkan rebutan, dan dorong2an..Bu Guru setia mendampingi ditempat mainan juga, jagain biar ga ada yg jatuh.
Saat bel masuk dimulai, teman2 mulai berbaris rapi. Nah, Safin tetep maunya maiiinnn terus, ga mau baris. Kata bu Guru, normal aja sih, anak baru mau pertama kali sekolah maunya cuma main terus. Tapi tetep aja bunda khawatir. Begitu teman2nya mulai senam pagi, Safin ikutan senam pagi tapi diatas ayunan saudara2.. bukan dalam barisan..malah mengkhawatirkan..lompat2 muter2 diatas ayunan..ckckckck.. Ini foto senam pagi di Az-Zahra..sayang sekali ga ada Safinnya..
Di dalam kelas, safin juga langsung menuju tempat mainan-maianan disimpan, Safin pintaar.. tauu aja dimana tempat mainan itu..
Di sekolah Az-Zahra, murid2 diwajibkan bawa bekal, karena ada jam makan bersama. Sebelum makan, temen2 safin antri cuci tangan, safin mau ikutan, justru saat ketemu air malah ga mau brenti, main air keran teruuusss.. padahal antrian masih panjang..
Saat acara makan2, Safin melirik bekal yang dibawa temannya.. Bekal sendiri malah tidak tersentuh. Safin minta kue temannya, entah karena tempat makannya lucu, atau makanannya menarik, jadilah rebut2an dan berakhiir dengan tangis2an. Sabar ya bu Guru...
Koreksi buat bunda tuh, jadi sepulang sekolah, bunda langsung beli tempat makan dan minum yang lucu buat Safin, bekal yang menarik, dan susu kotak favorit safin buat bekal sekolah esok hari. Tetapi, ternyata saudara2.. Safin tetap lebih memilih bekal temannya yang bawa ny*am2..snack2 gt.. jadilah rebut2an n tangis2an lagi..Kata bu guru sih gpp.. wajar..namanya juga anak kecil..bu guru malah meminta bunda untuk sabar..
Pada minggu depannya, Safin sudah mau ditinggal sendiri dalam kelas, tidak perlu ditungguin oleh mbak ambar..Safin berani..!
Belajar yang baik ya nak..raih cita setinggi langit :D
catatan perkembangan putra mahkota kerajaan Asa
Senin, 30 Juli 2012
Rabu, 11 Juli 2012
Tahapan Perkembangan Kemampuan Berbicara dan Berbahasa mulai Usia 0 s.d. 4 tahun
Heloo Bundaaasss.. lama sekali nih tidak update blog Safin, maklum...karena kesibukan di kantor, di rumah, bolak-balik Jakarta - Solo - Jogja - Jakarta 3 bulan kmaren, bahkan sampai pindahan rumah.
Perkembangan Safin selanjutnya akan Bunda tulis di entry berikutnya.
Sekarang Bunda mau share info yang kebetulan nemu pas browsing beberapa bulan lalu. Bahkan sumber atau link nya dimana udah lupa.
Tapi dengan niat tulus ingin berbagi ilmu dan membantu Bunda-bunda yang lain untuk memantau perkembangan buah hatinya, tetep bunda entry disini deh..
Silakan dipelajari, tapi pencapaian tahapan perkembangan masing-masing anak berbeda. Jadi batasan-batasan yang dijelaskan dibawah juga tidak kaku.
Menurut Dr. Miriam Stoppard (1995) tahapan perkembangan kemampuan bicara dan berbahasa dapat dibagi sebagai berikut:
0-8 Minggu
Pada masa awal, seorang bayi akan mendengarkan dan mencoba mengikuti suara yang didengarnya. Sebenarnya tidak hanya itu, sejak lahir ia sudah belajar mengamati dan mengikuti gerak tubuh serta ekspresi wajah orang yang dilihatnya dari jarak tertentu. Meskipun masih bayi, seorang anak akan mampu memahami dan merasakan adanya komunikasi dua arah dengan memberikan respon lewat gerak tubuh dan suara. Sejak dua minggu pertama, ia sudah mulai terlibat dengan percakapan, dan pada minggu ke-6 ia akan mengenali suara sang ibu, dan pada usia 8 minggu, ia mulai mampu memberikan respon terhadap suara yang dikenalinya.
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
28 Minggu - 1 Tahun
Usia 28 minggu seorang anak mulai bisa mengucapkan “ba”, “da”, “ka” secara jelas sekali. Bahkan waktu menangis pun vokal suaranya sangat lantang dan dengan penuh intonasi. Pada usia 32 minggu, ia akan mampu mengulang beberapa suku kata yang sebelumnya sudah mampu diucapkannya. Pada usia 48 minggu, seorang anak mulai mampu sedikit demi sedikit mengucapkan sepatah kata yang sarat dengan arti. Selain itu, ia mulai mengerti kata “tidak” dan mengikuti instruksi sederhana seperti “bye-bye” atau main “ciluk-baa”. Ia juga mulai bisa meniru bunyi binatang seperti “guk”, “kuk”, “ck”
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
1 Tahun - 18 Bulan
Pada usia setahun, seorang anak akan mampu mengucapkan dua atau tiga patah kata yang punya makna. Sebenarnya, ia juga sudah mampu memahami sebuah obyek sederhana yang diperlihatkan padanya. Pada usia 15 bulan, anak mulai bisa mengucapkan dan meniru kata yang sederhana dan sering didengarnya untuk kemudian mengekspresikannya pada porsi / situasi yang tepat. Usia 18 bulan, ia sudah mampu menunjuk obyek-obyek yang dilihatnya di buku dan dijumpainya setiap hari. Selain itu ia juga mampu menghasilkan kurang lebih 10 kata yang bermakna.
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
18 Bulan - 2 Tahun
Pada rentang usia ini, kemampuan bicara anak semakin tinggi dan kompleks. Perbendaharaan katanya pun bisa mencapai 30 kata dan mulai sering mengutarakan pertanyaan sederhana, seperti “mana ?”, “dimana?” dan memberikan jawaban singkat, seperti “tidak”, “disana”, “disitu”, “mau”. Pada usia ini mereka juga mulai menggunakan kata-kata yang menunjukkan kepemilikan, seperti “punya ani”, “punyaku”. Bagaimana pun juga, sebuah percakapan melibatkan komunikasi dua belah pihak, sehingga anak juga akan belajar merespon setelah mendapatkan stimulus. Semakin hari ia semakin luwes dalam menggunakan kata-kata dan bahasa sesuai dengan situasi yang sedang dihadapinya dan mengutarakan kebutuhannya. Namun perlu diingat, oleh karena perkembangan koordinasi motoriknya juga belum terlalu sempurna, maka kata-kata yang diucapkannya masih sering kabur, misalnya “balon” jadi “aon”, “roti” jadi “oti”
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
Seorang anak mulai menguasai 200 – 300 kata dan senang bicara sendiri (monolog). Sekali waktu ia akan memperhatikan kata-kata yang baru didengarnya untuk dipelajari secara diam-diam. Mereka mulai mendengarkan pesan-pesan yang penuh makna, yang memerlukan perhatian dengan penuh minat dan perhatian. Perhatian mereka juga semakin luas dan semakin bervariasi. Mereka juga semakin lancar dalam bercakap-cakap, meski pengucapannya juga belum sempurna. Anak seusia ini juga semakin tertarik mendengarkan cerita yang lebih panjang dan kompleks. Jika diajak bercakap-cakap, mudah bagi mereka untuk loncat dari satu topik pembicaraan ke yang lainnya. Selain itu, mereka sudah mampu menggunakan kata sambung “sama”, misalnya “ani pergi ke pasar sama ibu”, untuk menggambarkan dan menyambung dua situasi yang berbeda. Pada usia ini mereka juga bisa menggunakan kata “aku”, “saya” “kamu” dengan baik dan benar. Dengan banyaknya kata-kata yang mereka pahami, mereka semakin mengerti perbedaan antara yang terjadi di masa lalu, masa kini dan masa sekarang.
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
Anak mulai mampu menggunakan kata-kata yang bersifat perintah; hal ini juga menunjukkan adanya rasa percaya diri yang kuat dalam menggunakan kata-kata dan menguasai keadaan. Mereka senang sekali mengenali kata-kata baru dan terus berlatih untuk menguasainya. Mereka menyadari, bahwa dengan kata-kata mereka bisa mengendalikan situasi seperti yang diinginkannya, bisa mempengaruhi orang lain, bisa mengajak teman-temannya atau ibunya. Mereka juga mulai mengenali konsep-konsep tentang kemungkinan, kesempatan, dengan “andaikan”, “mungkin”, “misalnya”, “kalau”. Perbendaharaan katanya makin banyak dan bervariasi seiring dengan peningkatan penggunaan kalimat yang utuh. Anak-anak itu juga makin sering bertanya sebagai ungkapan rasa keingintahuan mereka, seperti “kenapa dia Ma ?”, “sedang apa dia Ma?”, “mau ke mana ?”
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
Perkembangan Safin selanjutnya akan Bunda tulis di entry berikutnya.
Sekarang Bunda mau share info yang kebetulan nemu pas browsing beberapa bulan lalu. Bahkan sumber atau link nya dimana udah lupa.
Tapi dengan niat tulus ingin berbagi ilmu dan membantu Bunda-bunda yang lain untuk memantau perkembangan buah hatinya, tetep bunda entry disini deh..
Silakan dipelajari, tapi pencapaian tahapan perkembangan masing-masing anak berbeda. Jadi batasan-batasan yang dijelaskan dibawah juga tidak kaku.
Menurut Dr. Miriam Stoppard (1995) tahapan perkembangan kemampuan bicara dan berbahasa dapat dibagi sebagai berikut:
0-8 Minggu
Pada masa awal, seorang bayi akan mendengarkan dan mencoba mengikuti suara yang didengarnya. Sebenarnya tidak hanya itu, sejak lahir ia sudah belajar mengamati dan mengikuti gerak tubuh serta ekspresi wajah orang yang dilihatnya dari jarak tertentu. Meskipun masih bayi, seorang anak akan mampu memahami dan merasakan adanya komunikasi dua arah dengan memberikan respon lewat gerak tubuh dan suara. Sejak dua minggu pertama, ia sudah mulai terlibat dengan percakapan, dan pada minggu ke-6 ia akan mengenali suara sang ibu, dan pada usia 8 minggu, ia mulai mampu memberikan respon terhadap suara yang dikenalinya.
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
- Semakin dini orang tua menstimulasi anaknya dengan cara mengajaknya bercakap-cakap dan menunjukkan sikap yang mendorong munculnya respon dari si anak, maka sang anak akan semakin dini pula tertarik untuk belajar bicara. Tidak hanya itu, kualitas percakapan dan bicaranya juga akan lebih baik. Jadi, teruslah mengajak anak Anda bercakap-cakap sejak hari pertama kelahirannya.
- Jalinlah komunikasi dengan dihiasi oleh senyum Anda, pelukan, dan perhatian. Dengan demikian anak Anda akan termotivasi untuk berusaha memberikan responnya.
- Tunjukkanlah selalu kasih sayang melalui peluk-cium, dan kehangatan yang bisa dirasakan melalui intonasi suara Anda. Dengan demikian, Anda menstimulasi terjalinnya ikatan emosional yang erat antara Anda dengan anak Anda sekaligus membesarkan hatinya.
- Selama menjalin komunikasi dengan anak Anda, jangan lupa untuk melakukan kontak mata secara intensif karena dari pandangan mata tersebutlah anak bisa merasakan perhatian, kasih sayang, cinta, dan pengertian. Jika sedang bicara, tataplah matanya dan jangan malah membelakangi dia.
- Jika anak Anda menangis, jangan didiamkan saja. Selama ini banyak bereda pandangan keliru, bahwa jika bayi menangis sebaiknya didiamkan saja supaya nantinya tidak manja dan bau tangan. Padahal, satu-satunya cara seorang bayi baru lahir untuk mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhannya (haus, lapar, kedinginan, kepanasan, kebutuhan emosional, kelelahan, kebosanan) dia adalah melalui tangisan. Jadi, jika tangisannya tidak Anda pedulikan, lama-lama dia akan frustasi karena kebutuhannya terabaikan. Yang harusnya Anda lakukan adalah memberinya perlakuan seperti yang dibutuhkannya saat ia menangis. Untuk itu, kita sebagai orang tua haruslah belajar memahami dan mengerti bahasa isyaratnya. Tidak ada salahnya, jika Anda seakan-akan bertanya padanya, seperti :”rupanya ada sesuatu yang kamu inginkan,....coba biar Ibu lihat...”
28 Minggu - 1 Tahun
Usia 28 minggu seorang anak mulai bisa mengucapkan “ba”, “da”, “ka” secara jelas sekali. Bahkan waktu menangis pun vokal suaranya sangat lantang dan dengan penuh intonasi. Pada usia 32 minggu, ia akan mampu mengulang beberapa suku kata yang sebelumnya sudah mampu diucapkannya. Pada usia 48 minggu, seorang anak mulai mampu sedikit demi sedikit mengucapkan sepatah kata yang sarat dengan arti. Selain itu, ia mulai mengerti kata “tidak” dan mengikuti instruksi sederhana seperti “bye-bye” atau main “ciluk-baa”. Ia juga mulai bisa meniru bunyi binatang seperti “guk”, “kuk”, “ck”
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
- Jadilah model yang baik untuk anak Anda terutama pada masa ini lah mereka mulai belajar meniru kata-kata yang didengarnya dan mengucapkannya kembali. Ucapkan kata-kata dan kalimat Anda secara perlahan, jelas dengan disertai tindakan (agar anak tahu artinya atau korelasinya antara kata yang Anda ucapkan dengan tindakan kongkritnya), dan jangan lupa, bahasa tubuh dan ekspresi wajah Anda juga harus pas.
- Anak Anda akan belajar bicara dengan bahasa yang tidak jelas bagi Anda. Jadi, ini lah waktunya untuk Anda berdua (Anda dengan anak) saling belajar untuk bisa saling memahami keinginan dan maksud berdua. Jadikanlah kegiatan ini sebagai salah satu bentuk permainan yang menyenangkan agar anak Anda tidak patah semangat untuk terus mencoba mengucapkan secara pas dan jelas. Namun, jika Anda malas memperhatikan “suaranya”, apa yang dimaksudnya, dan tidak mengulangi suaranya, atau bahkan ekspresi wajah Anda membuat dirinya jadi enggan mencoba, maka anak Anda akan merasa bahwa “tidak memungkinkan baginya untuk mencoba mengekspresikan keinginan karena orang dewasa tidak akan ada yang mengerti dan mau mendengarkan”
- Kadang-kadang, ikutilah gumamannya, namun, Anda juga perlu mengucapkan kata secara benar. Jika suatu saat ia berhasil mengucapkan suatu suku kata atau kata dengan benar, berilah pujian yang disertai dengan pelukan, ciuman, tepuk tangan..dan sampaikan padanya, “betapa pandainya dia”.
- Jika mengucapkan sebuah kata, sertailah dengan penjelasan artinya. Lakukan hal ini terus menerus meski tidak semua dimengertinya. Penjelasan bisa dilakukan misal dengan menunjukkan gambar, gerakan, sikap tubuh, atau pun ekspresi.
1 Tahun - 18 Bulan
Pada usia setahun, seorang anak akan mampu mengucapkan dua atau tiga patah kata yang punya makna. Sebenarnya, ia juga sudah mampu memahami sebuah obyek sederhana yang diperlihatkan padanya. Pada usia 15 bulan, anak mulai bisa mengucapkan dan meniru kata yang sederhana dan sering didengarnya untuk kemudian mengekspresikannya pada porsi / situasi yang tepat. Usia 18 bulan, ia sudah mampu menunjuk obyek-obyek yang dilihatnya di buku dan dijumpainya setiap hari. Selain itu ia juga mampu menghasilkan kurang lebih 10 kata yang bermakna.
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
- Semakin mengenalkan anak Anda dengan berbagai macam suara, bunyi, seperti misalnya suara mobil, motor, kucing, anjing, dsb. Kenalkan pula pada suara-suara yang sering didengarnya sehari-hari, seperti pintu terbuka-tertutup, suara air, suara angin berdesir di pepohonan, kertas dirobek, benda jatuh, dsb.
- Sering-seringlah membacakan buku-buku yang sangat sederhana namun sarat dengan cerita yang menarik untuk anak dan gambar serta warna yang “eye catching”. Tunjukkan obyek-obyek yang terlihat di buku, sebutkan namanya, jelaskan apa yang sedang dilakukannya, bagaimana jalan ceritanya. Minta lah padanya untuk mengulang nama yang Anda sebutkan, dan jangan lupa, berilah pujian jika ia berhasil mengingat dan mengulang nama yang Anda sebutkan.
- Jika sedang bersamanya, sebutkan nama-nama benda, warna dan bentuk pada setiap obyek yang dilihatnya
- Anda mulai bisa mengenalkan dengan angka dengan kegiatan seperti menghitung benda-benda sederhana yang sedang dibuat permainan. Lakukan itu dalam suasana yang santai dan nyaman agar anak tidak merasa ada tekanan keharusan untuk menguasai kemampuan itu
18 Bulan - 2 Tahun
Pada rentang usia ini, kemampuan bicara anak semakin tinggi dan kompleks. Perbendaharaan katanya pun bisa mencapai 30 kata dan mulai sering mengutarakan pertanyaan sederhana, seperti “mana ?”, “dimana?” dan memberikan jawaban singkat, seperti “tidak”, “disana”, “disitu”, “mau”. Pada usia ini mereka juga mulai menggunakan kata-kata yang menunjukkan kepemilikan, seperti “punya ani”, “punyaku”. Bagaimana pun juga, sebuah percakapan melibatkan komunikasi dua belah pihak, sehingga anak juga akan belajar merespon setelah mendapatkan stimulus. Semakin hari ia semakin luwes dalam menggunakan kata-kata dan bahasa sesuai dengan situasi yang sedang dihadapinya dan mengutarakan kebutuhannya. Namun perlu diingat, oleh karena perkembangan koordinasi motoriknya juga belum terlalu sempurna, maka kata-kata yang diucapkannya masih sering kabur, misalnya “balon” jadi “aon”, “roti” jadi “oti”
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
- Mulailah mengenalkan anak Anda pada perbendaharaan kata yang menerangkan sifat atau kualitas. Seperti “baik, indah, cantik, dingin, banyak, sedikit, asin, manis, nakal, jelek, dsb. Caranya, pada saat Anda mengucapkan suatu kata tertentu, sertailah dengan kualitas tersebut, misalnya “anak baik, anak manis, anak pintar, baju bagus, boneka cantik, anak nakal, roti manis”, dsb
- Mulailah mengenalkan padanya kata-kata yang menerangkan keadaan atau peristiwa yang terjadi : sekarang, besok, di sini, di sana, kemarin, nanti, segera, dsb
- Anda juga bisa mengenalkannya kata-kata yang menunjukkan tempat : di atas, di bawah, di samping, di tengah, di kiri, di kanan, di belakang, di pinggir; Anda bisa melakukannya dengan menggunakan contoh gerakan. Banyak model permainan yang dapat Anda gunakan untuk menerangkan kata-kata tersebut, bahkan dengan permainan, akan jauh lebih menyenangkan baginya dna bagi Anda.
- Yang perlu Anda ingat, janganlah menyetarakan perkembangan anak Anda dengan anak-anak lainnya karena tiap anak mempunyai dan mengalami hambatan yang berbeda-beda. Jadi, jika anak Anda kurang lancar dan fasih berbicara, janganlah kemudian menekannya untuk lekas-lekas mengoptimalkan kemampuannya. Keadaan ini hanya akan membuatnya stress
Seorang anak mulai menguasai 200 – 300 kata dan senang bicara sendiri (monolog). Sekali waktu ia akan memperhatikan kata-kata yang baru didengarnya untuk dipelajari secara diam-diam. Mereka mulai mendengarkan pesan-pesan yang penuh makna, yang memerlukan perhatian dengan penuh minat dan perhatian. Perhatian mereka juga semakin luas dan semakin bervariasi. Mereka juga semakin lancar dalam bercakap-cakap, meski pengucapannya juga belum sempurna. Anak seusia ini juga semakin tertarik mendengarkan cerita yang lebih panjang dan kompleks. Jika diajak bercakap-cakap, mudah bagi mereka untuk loncat dari satu topik pembicaraan ke yang lainnya. Selain itu, mereka sudah mampu menggunakan kata sambung “sama”, misalnya “ani pergi ke pasar sama ibu”, untuk menggambarkan dan menyambung dua situasi yang berbeda. Pada usia ini mereka juga bisa menggunakan kata “aku”, “saya” “kamu” dengan baik dan benar. Dengan banyaknya kata-kata yang mereka pahami, mereka semakin mengerti perbedaan antara yang terjadi di masa lalu, masa kini dan masa sekarang.
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
- Pada usia ini, anak Anda akan lebih senang bercakap-cakap dengan anak-anak seusianya dari pada dengan orang dewasa. Oleh sebab itu, akan baik jika ia banyak dikenalkan dengan anak-anak seusianya dan dilibatkan pada lingkungan sosial yang bisa memfasilitasi kemampuan sosial dan berkomunikasinya. Salah satu tujuan para orang tua memasukkan anaknya dalam nursery school adalah karena alasan tersebut, agar anaknya bisa mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus sosialisasi. Meskipun demikian, bahasa dan kata-kata yang diucapkan masih bersifat egosentris, namun lama kelamaan akan lebih bersifat sosial seiring dengan perkembangan usia dan keluasan jaringan sosialnya
- Sering-seringlah menceritakan cerita menarik pada anak Anda, karena sebenarnya cerita juga merupakan media atau sarana untuk mengekspresikan emosi, menamakan emosi yang disimpannya dalam hati, dan belajar berempati. Dari kegiatan ini pula lah anak Anda tidak hanya belajar berani mengekspresikan diri secara verbal tapi juga belajar perilaku sosial.
- Ceritakan padanya cerita yang lebih kompleks dan kenalkan beberapa kata-kata baru sambil menerangkan artinya. Lakukan ini secara terus menerus agar ia dapat mengingatnya dan mengenalinya dengan mudah ketika Anda mengulang cerita itu kembali di lain waktu
Anak mulai mampu menggunakan kata-kata yang bersifat perintah; hal ini juga menunjukkan adanya rasa percaya diri yang kuat dalam menggunakan kata-kata dan menguasai keadaan. Mereka senang sekali mengenali kata-kata baru dan terus berlatih untuk menguasainya. Mereka menyadari, bahwa dengan kata-kata mereka bisa mengendalikan situasi seperti yang diinginkannya, bisa mempengaruhi orang lain, bisa mengajak teman-temannya atau ibunya. Mereka juga mulai mengenali konsep-konsep tentang kemungkinan, kesempatan, dengan “andaikan”, “mungkin”, “misalnya”, “kalau”. Perbendaharaan katanya makin banyak dan bervariasi seiring dengan peningkatan penggunaan kalimat yang utuh. Anak-anak itu juga makin sering bertanya sebagai ungkapan rasa keingintahuan mereka, seperti “kenapa dia Ma ?”, “sedang apa dia Ma?”, “mau ke mana ?”
Tindakan yang Dapat Dilakukan Orangtua:
- Hindari sikap mengkoreksi kesalahan pengucapan kata anak secara langsung, karena itu akan membuatnya malu dan malah bisa mematahkan semangatnya untuk belajar dan berusaha. Anda bisa mengulangi kata-kata tersebut secara jelas seolah Anda mengkonfirmasi apa yang dimaksudkannya. Dengan demikian, ia akan memahami kesalahannya tanpa merasa harus malu.
- Pada usia ini, seorang anak sudah mulai bisa mengerti penjelasan sederhana. Oleh sebab itu, Anda bisa mulai mencoba untuk mengajaknya mendiskusikan soal-soal yang sangat sederhana; dan tanyakan apa pendapatnya tentang persoalan itu. Dengan cara itu, Anda melatih cara dan proses penyelesaian masalah pada anak Anda setahap demi setahap. Hasil dari tukar pendapat itu sebenarnya juga mempertinggi self-esteem anak karena ia merasa pendapatnya didengarkan oleh orang dewasa.
- Mulailah mengeluarkan kalimat yang panjang dan kompleks, agar ia mulai belajar meningkatkan kemampuannya dalam memahami kalimat. Untuk mengetahui apakah ia memahami atau tidak, Anda bisa melihat respon dan reaksinya; jika ia melakukan apa yang Anda inginkan, dapat diartikan ia cukup mengerti kalimat Anda.
- Anak-anak sangat menyukai kegiatan berbisik karena hal itu permainan mengasikkan buat mereka sebagai salah satu cara mengekspresikan perasaan, dan keingintahuan.
- Pakailah cerita-cerita dongeng dan fabel yang sebenarnya mencerminkan dunia anak kita dan memakainya sebagai suatu cara untuk mengajarkan banyak hal tanpa menyinggung perasaannya. Dengan mendongeng, Anda mengenalkan padanya konsep-konsep tentang moralitas, nilai-nilai, sikap yang baik dan jahat, keadilan, kebajikan dan pesan-pesan moral lainnya. Jadikanlah saat-saat bersama anak Anda sebagai masa yang menyenangkan, ceria, santai dan segar. Buatlah ini menjadi kebiasaan di waktu-waktu tertentu, seperti sebelum tidur atau di waktu sore hari.
Selasa, 20 Maret 2012
Re-evaluasi Pertama
Setelah Safin difisioterapi selama 1 bulan, Safin dijadwalkan untuk di assesment atau dievaluasi oleh bu Nawangsasi Takarini. Seminggu kemudian, bertepatan dengan tibanya ayah n bunda buat nengok Safin serta jadwal kosongnya bu Nawang, Safin dievaluasi langsung oleh beliau. Hasilnya:
- Kontak mata lebih fokus
- otot-otot Safin yang tadinya dinilai terlalu keras untuk anak seusianya, jadi lebih empuk n rileks (ini bisa mengindikasikan bahwa Safin sudah gak gampang emosian lagi)
- waktu pinggir telapak kakinya digosok reflek primitive nya sudah benar untuk kaki kiri, kaki kanan masih belum terlalu (yang ini mungkin artinya sensorinya udah lumayan bener..mungkin looh)
- kata-kata yang keluar secara spontan mulai bertambah.. seperti "aduh..jatuh = duh..toh"..mulai menirukan kata2..tapi gak konsisten.. kalau ditanyain ulang..suka ga mau..
- bisa meniup (pinter kalo niup..bisa menirukan gerakan "sstt" dengan jari telunjuk nempel bibir
Melihat perkembangan diatas, Safin ditambah programnya dengan terapi wicara 3x seminggu dan Okupasi Terapi 2x seminggu, fisioterapi 6x seminggu. Tapi karena terapis wicaranya jadwalnya padat, jadi sementara baru bisa 2x seminggu.
Bagi yang bingung, ini penjelasannya hasil dr browsing:
Terapi okupasi adalah terapi untuk membantu seseorang menguasai keterampilan motorik halus dengan lebih baik. Keterampilan motorik halus adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan otot-otot kecil yang ada di dalam tangan.
Contoh kemampuan motorik halus :
- menulis dan menggambar
- mewarnai
- menggunting dan menempel
- mengancing baju
- mengikat tali sepatu
- melipat
- dll
Disini safin diajari meronce (memasukkan kayu bulat ke benang jadi seperti kalung), main puzzle, dsb. Hari pertama terapi baru asessment saja dengan terapisnya. Pada kali kedua terapi okupasi, Safin bisa melakukan apa yg terapisnya minta, namun agak lambat..belum "dong" gitu.. Selanjutnya bisa lebih cepat.
Safin sebenernya juga disarankan untuk hydroterapi, katanya itu bermanfaat untuk melatih sensori nya, namun karena cuaca tidak mendukung..musim ujan angin kenceng.. jadi hydroterapi nya ditunda sampai cuacanya enak untuk nyelup di air lama2.. Tapi sebenernya.. si Safin dah sering nyelup air loh (renang kamsudnya).. dulu tiap bunda konsinyering, Safin diajak n nyemplung kolam pastinya dia.. ini nih buktinya:
Safin sebenernya juga disarankan untuk hydroterapi, katanya itu bermanfaat untuk melatih sensori nya, namun karena cuaca tidak mendukung..musim ujan angin kenceng.. jadi hydroterapi nya ditunda sampai cuacanya enak untuk nyelup di air lama2.. Tapi sebenernya.. si Safin dah sering nyelup air loh (renang kamsudnya).. dulu tiap bunda konsinyering, Safin diajak n nyemplung kolam pastinya dia.. ini nih buktinya:
Minggu, 12 Februari 2012
Terapi neuro senso motor reflex
Udah lamaaaaaa banget ga update blog Safin ini..maaf bgt buat pembaca, bukan karena ga ada yg bisa diupdate, tapi karena Bunda lg sibuk jadi ga sempat bikin catatan lg untuk Safin..
Oke..beberapa bulan ini banyak kejadian penting, tp yang paling merubah kehidupan adalah keputusan untuk memindahkan terapi Safin ke Pediatric And Neurodevelopmental Therapy Center (PNTC) di Solo. Ada blog untuk tempat terapi tersebut namun ga update yaitu di: http://pntc.blogspot.com/
Kenapa akhirnya Bunda memutuskan terapi Safin disana? Pertimbangannya gini:
Oke, jadi... pada tanggal 23 Januari 2012, Safin kami bawa ke PNTC di Solo dan diassesment langsung oleh Bu Nawang. Berdasarkan hasil assesment tersebut, Safin ternyata mengalami gangguan disinkroni sensori dan emosi.
Menurut pemahaman bunda sebagai orang awam ni.. Sensori-sensori (penerima rangsangan) safin itu kurang saling berkoordinasi sehingga menghambat perkembangan kognitifnya salah satunya adalah perkembangan bicara. Selain itu juga Safin sering marah2 sampai tantrum, itu kemungkinan karena berlebihan sensori yang diterimanya (ekstrim). Jadi Safin perlu ditata sensorinya dengan terapi Terapi neuro senso motor reflex dan blocking untuk menstabilkan emosinya. Selama 1 bulan, safin dijadwalkan sehari 2x terapi untuk menata sensorinya dulu. Selanjutnya akan dievaluasi ulang oleh Ibu Nawang untuk melihat progressnya dan menentukan program selanjutnya. Perkiraan awal, Safin membutuhkan waktu 6 bulan terapi. (pada titik ini Bunda sedih sekali karena harus 6 bulan pisah rumah sama Safin, walau pas weekend tetep ketemu si)
Karena sehari 2x terapi, jadi Safin dan pengasuhnya bunda kost-in di deket lokasi terapinya. Mbah dan sodara2 jg bergantian nungguin Safin siih,,
Menurut penjelasan yang ada di facebook bu Nawang (Beliau sering menjawab pertenyaan/konsultasi dari para terapis dan ortu anak ABK di facebook.. bagi moms yang mau liat.. search aja di facebook Nawangsasi Takarini:
Terapi neuro senso motor reflex merupakan suatu metode untuk intervensi atau terapi untuk anak2 yang mengalami gangguan perkembangan dan pertumbuhan neurologisnya. Jadi pada anak2 yg mengalami gangguan tersebut diberikan stimulasi sensoris pada receptor taktil (seluruh permukaan tubuh) sebagai pintu utama semua rangsangan / situmulus yang masuk.
Seminggu awal, bunda kan nungguin terapi Safin, itu bunda liat terapinya Safin dielus2 n dipijit.. Safinnya keenakan.. sempet ketiduran malah.. tapi begitu dipijit kepalanya, Safin langsung nangis. Kata terapisnya sih, itu karena Safin sensitif jika disentuh areal kepalanya.
Setelah 3 (tiga) minggu terapi, Perkembangan yang bunda liat, Safin jd lebih responsif. Dipanggil selalu noleh, dan mulai menirukan apa2 yg kita ucapkan dan lakukan. Semoga kedepannya, perkembangannya lebih banyak lagi, dan ga sampai 6 bulan terapi dah lancar bicara.. aamiin..
Oke..beberapa bulan ini banyak kejadian penting, tp yang paling merubah kehidupan adalah keputusan untuk memindahkan terapi Safin ke Pediatric And Neurodevelopmental Therapy Center (PNTC) di Solo. Ada blog untuk tempat terapi tersebut namun ga update yaitu di: http://pntc.blogspot.com/
Kenapa akhirnya Bunda memutuskan terapi Safin disana? Pertimbangannya gini:
- Pada bulan Desember 2011, bunda ikut seminar "Hubungan Motorik dengan Perkembangan Bahasa Bicara Pada Anak" yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Wicara Vacana Mandira. Narasumber dalam seminar tersebut adalah Ibu Nawangsasi Takarini, NDT, M. Physio, RPT. Selama mengikuti seminar tersebut, bunda mendapatkan banyaaaaak sekali ilmu mengenai Anak Berkebutuhan Khusus. Dalam sesi tanya jawab, bunda sempat tanya tentang Speech delay (keterlambatan bicara), karena selama ini, Safin periksa ke dokter tumbuh kembang, diagnosanya adalah speech delay. Pertanyaan bunda adalah, bagaimana caranya agar kosa kata Safin tambah banyak, bagaimana cara membuka blok-blok yang menghambat penerusan rangsangan ke neuro otak? (entah benar g pertanyaannya, agak lupa..). Jawaban Bu Nawang adalah: Safin perlu diberikan terapi sensoris ( stimulasi sensoris pada receptor taktil ), selanjutnya baru diterapi wicara. Tapi untuk lebih detilnya, bu Nawang harus ketemu Safin secara langsung untuk melihat gangguan yg ada. Bu Nawang sendiri memiliki tempat terapi di PNTC yang ada di Solo. Oke, bunda jadi tertarik untuk membawa Safin ke Solo.
- Selama 5 (lima) bulan Safin terapi Sensori Integrasi dan Terapi Wicara 2x seminggu di rumah sakit A, dan ditambah Terapi Wicara aja di klinik B, telah ada perkembangan dalam diri Safin. Bahkan menurut dokter tersebut, Safin tidak dianjurkan lagi untuk terapi Sensori Integrasi karena fokusnya sudah bagus dan ada tatap mata. Namun, perkembangan wicaranya menurut bunda masih kurang (walau kata dokter sudah bagus). Safin sering tidak konsisten dalam penggunaan kata2nya. Misalnya dipanggil, Safin kadang menoleh kadang enggak, kadang menyahut "iya" kadang enggak. Ditunjukin gambar buah2an dan benda2 lain, kadang safin bisa menyebut bendanya, tapi besoknya lagi ditanyain gak mau lagi. Menghitung sudah bisa, cuma kadang2 lompat2 angkanya, dari tiga langsung lima, dsb. Selanjutnya begituuuu aja. Teman2 seusianya (2 tahun) sudah mulai bisa membentuk kalimat. Bunda makin panik, jadilah niat semakin bulat untuk ke PNTC.
Oke, jadi... pada tanggal 23 Januari 2012, Safin kami bawa ke PNTC di Solo dan diassesment langsung oleh Bu Nawang. Berdasarkan hasil assesment tersebut, Safin ternyata mengalami gangguan disinkroni sensori dan emosi.
Menurut pemahaman bunda sebagai orang awam ni.. Sensori-sensori (penerima rangsangan) safin itu kurang saling berkoordinasi sehingga menghambat perkembangan kognitifnya salah satunya adalah perkembangan bicara. Selain itu juga Safin sering marah2 sampai tantrum, itu kemungkinan karena berlebihan sensori yang diterimanya (ekstrim). Jadi Safin perlu ditata sensorinya dengan terapi Terapi neuro senso motor reflex dan blocking untuk menstabilkan emosinya. Selama 1 bulan, safin dijadwalkan sehari 2x terapi untuk menata sensorinya dulu. Selanjutnya akan dievaluasi ulang oleh Ibu Nawang untuk melihat progressnya dan menentukan program selanjutnya. Perkiraan awal, Safin membutuhkan waktu 6 bulan terapi. (pada titik ini Bunda sedih sekali karena harus 6 bulan pisah rumah sama Safin, walau pas weekend tetep ketemu si)
Karena sehari 2x terapi, jadi Safin dan pengasuhnya bunda kost-in di deket lokasi terapinya. Mbah dan sodara2 jg bergantian nungguin Safin siih,,
Menurut penjelasan yang ada di facebook bu Nawang (Beliau sering menjawab pertenyaan/konsultasi dari para terapis dan ortu anak ABK di facebook.. bagi moms yang mau liat.. search aja di facebook Nawangsasi Takarini:
Terapi neuro senso motor reflex merupakan suatu metode untuk intervensi atau terapi untuk anak2 yang mengalami gangguan perkembangan dan pertumbuhan neurologisnya. Jadi pada anak2 yg mengalami gangguan tersebut diberikan stimulasi sensoris pada receptor taktil (seluruh permukaan tubuh) sebagai pintu utama semua rangsangan / situmulus yang masuk.
Seminggu awal, bunda kan nungguin terapi Safin, itu bunda liat terapinya Safin dielus2 n dipijit.. Safinnya keenakan.. sempet ketiduran malah.. tapi begitu dipijit kepalanya, Safin langsung nangis. Kata terapisnya sih, itu karena Safin sensitif jika disentuh areal kepalanya.
Setelah 3 (tiga) minggu terapi, Perkembangan yang bunda liat, Safin jd lebih responsif. Dipanggil selalu noleh, dan mulai menirukan apa2 yg kita ucapkan dan lakukan. Semoga kedepannya, perkembangannya lebih banyak lagi, dan ga sampai 6 bulan terapi dah lancar bicara.. aamiin..
Rabu, 30 November 2011
Jembatan Kukar sebelum roboh n my team
Okey..ini sebenernya dah beberapa minggu yang lalu.. dan bunda awalnya ga mau masukin ke blog ini krn blog ini sebenernya dedicate to Safin sayang yang super ganteng. Tapi gara2 ngeliat berita di tipi jembatan kukar roboh.. bener2 roboh loh.. jd inget n pengen masukin poto2 bunda dan jembatan kukar.. (penting gt loh say.. ^_^)
Oke.. ini jembatan kukar
ini jembatan keliatan dari jauuuuhhhh
ini jembatan kukar n my team..
Menurut bunda.. jembatan itu sih bagus...keren n kuat.. Diatas jembatannya ada tulisan Gerbang Raja.. dibawahnya ada taman yg indah n rapi.. tempat poto2 ini..
Maka dari itu, bunda kaget kok ternyata jembatannya bisa roboh.. ngeriiii banget... untung pas bunda dah pulang tuh.. ini poto jembatan after roboh hasil searching..
Innalillahi.. semoga segera dapat ditolong orang2 yg terkena musibah tersebut..
Selanjutnya, dari lokasi taman itu bunda juga ambil poto pulau Kumala dan patung simbol hewan Lembuswana.. Simbolnya Samarinda n tenggarong deh kayaknya..
ni Pulau Kumala... dan bunda tentunya... mejeng dikit ah..
Ada yang belum tau pulau kumala? Pulau Kumala adalah pulau yangterletak ditengah2 Sungai Mahakam.. di pulau ini dibangun taman wisata yang merupakan taman rekreasi perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional.. ini poto Pulau Kumala dari atas :
Oke.. lanjut tentang Lembuswana..
Oke.. ini jembatan kukar
ini jembatan keliatan dari jauuuuhhhh
ini jembatan kukar n my team..
Menurut bunda.. jembatan itu sih bagus...keren n kuat.. Diatas jembatannya ada tulisan Gerbang Raja.. dibawahnya ada taman yg indah n rapi.. tempat poto2 ini..
Maka dari itu, bunda kaget kok ternyata jembatannya bisa roboh.. ngeriiii banget... untung pas bunda dah pulang tuh.. ini poto jembatan after roboh hasil searching..
Innalillahi.. semoga segera dapat ditolong orang2 yg terkena musibah tersebut..
Selanjutnya, dari lokasi taman itu bunda juga ambil poto pulau Kumala dan patung simbol hewan Lembuswana.. Simbolnya Samarinda n tenggarong deh kayaknya..
ni Pulau Kumala... dan bunda tentunya... mejeng dikit ah..
Ada yang belum tau pulau kumala? Pulau Kumala adalah pulau yangterletak ditengah2 Sungai Mahakam.. di pulau ini dibangun taman wisata yang merupakan taman rekreasi perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional.. ini poto Pulau Kumala dari atas :
Oke.. lanjut tentang Lembuswana..
Menurut Mbah Wiki, lembuswana adalah :
Lembuswana adalah hewan dalam mitologi rakyat Kutai yang hidup sejak zaman Kerajaan Kutai. Lembuswana menjadi lambang Kerajaan Kutai hinggaKesultanan Kutai Kartanegara. Hewan ini memiliki semboyan Tapak Leman Ganggayaksa.
Lembuswana dicirikan sebagai berkepala singa, bermahkota (melambangkan keperkasaan seorang raja yang dianggap penguasa dan mahkota adalah tanda kekuasaan raja yang dianggap seperti dewa), berbelalai gajah (melambangkan dewa Ganesha sebagai dewa kecerdasan), bersayap garuda, dan bersisik ikan.
Oke, selanjutnya bunda pajang hasil jepretan bunda selama di Samarinda yah..
yang ini di pinggir sungai mahakam..
yang ini di masjid islamic center
yang ini di air terjun tanah merah
ini di kebun raya.. ga lengkap lah kalo ke kalimantan ga sambang ke orang utan..
Selasa, 04 Oktober 2011
Akhirnya Safin lulus tes Kuesioner PraSkrining Perkembangan (KPSP) untuk Anak 24 bulan
apa itu KPSP ?
Formulir KPSP adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.
Jadi bunda-bunda.. tes ini cuma untuk mengetahui secara sepintas, apakah anak anda perkembangannya normal atau ada penyimpangan, untuk lebih jelasnya periksakan ke dokter tumbuh kembang anak.
Formulir KPSP ini berbeda-beda tiap beberapa bulan, karena safin umurnya 2 tahun lebih seminggu pada waktu bunda isi tes ini, maka safin ambil tes yang untuk usia 24 bulan..
ini nih jenis pertanyannya:
Formulir KPSP adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.
Jadi bunda-bunda.. tes ini cuma untuk mengetahui secara sepintas, apakah anak anda perkembangannya normal atau ada penyimpangan, untuk lebih jelasnya periksakan ke dokter tumbuh kembang anak.
Formulir KPSP ini berbeda-beda tiap beberapa bulan, karena safin umurnya 2 tahun lebih seminggu pada waktu bunda isi tes ini, maka safin ambil tes yang untuk usia 24 bulan..
ini nih jenis pertanyannya:
- Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan?
- Apakah anak dapat meletakkan 1 buah kubus di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 — 5 cm.
- Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain "papa" clan "mama"?
- Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangan keseimbangan?
(Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya). - Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, atau celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai).
- Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
- Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk dengan benar paling sedikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
- Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?
- Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta?
- Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) ke depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.
nah.. cara jawab dan interpretasinya sebagai berikut:
- Hitung jawaban Ya (bila dijawab bisa atau sering atau kadang-kadang)
- Hitung jawaban Tidak (bila jawaban belum pernah atau tidak pernah)
- Bila jawaban YA = 9-10, perkembangan anak sesuai dengan tahapan perkembangan (S)
- Bila jawaban YA = 7 atau 8, perkembangan anak meragukan (M)
- Bila jawaban YA = 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P).
- Rincilah jawaban TIDAK pada nomer berapa saja.
- jawablah dengan jujur.
alhamdulillah Safin jawaban "ya" nya ada 9. jadi artinya:
SESUAI (S)
- Orangtua/pengasuh anak sudah mengasuh anak dengan baik.
- Pola asuh anak selanjutnya terus lakukan sesuai dengan bagan stimulasi sesuaikan dengan umur dan kesiapan anak.
- Keterlibatan orangtua sangat baik dalam tiap kesempatan stimulasi. Tidak usah mengambil momen khusus. Laksanakan stimulasi sebagai kegiatan sehari-hari yang terarah.
- Ikutkan anak setiap ada kegiatan Posyandu.
Sedangkan Untuk Anak dengan Perkembangan MERAGUKAN (M)
- Konsultasikan nomer jawaban tidak, mintalah jenis stimulasi apa yang diberikan lebih sering .
- Lakukan stimulasi intensif selama 2 minggu untuk mengejar ketertinggalan anak.
- Bila anak sakit lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter/dokter anak. Tanyakan adakah penyakit pada anak tersebut yang menghambat perkembangannya.
- Lakukan KPSP ulang setelah 2 minggu menggunakan daftar KPSP yang sama pada saat anak pertama dinilai.
- Bila usia anak sudah berpindah golongan dan KPSP yang pertama sudah bisa semua dilakukan. Lakukan lagi untuk KPSP yang sesuai umur anak.
- all this information has taken from :
Langganan:
Postingan (Atom)












